Apapun presepsi kita tentang hidup,...hidup ini adalah sebuah perjalanan.karena kita tidak hidup untuk ngombe belaka.masih amat jauh jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai padaNya.bagaimanapun...mau-tidak mau,suka-tidak suka kita harus tetap menjalaninya karena ini sudah menjadi ketentuanNya.bahkan,kita juga sangat patut mensyukuri keadaan kita yang diciptakan sebagai mahkuk bermartabat.
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(QS.95:4)
Sampai saat ini walaupun sudah sangat samar -bahkan sudah lupa- kita sudah melewati beberapa alam dan kita harus melewati beberapa alam lagi untuk akhirnya sampai kepada kehadiratNya...yakni Dzat Yang Maha Memiliki dan sebaik-baik tempat kembali.di alam 'Azali kita pernah berdialog dengan Allah SWT.dan kejadian itu tertulis diabadikan dalam Al Qur'an surah Al A'raaf ayat 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Ternyata perjalanan ini sangat jauh dan meletihkan.bahkan tak sedikit dari hambaMu yang lupa dengan tujuannya,terlena dengan keadaan di kiri-kanan yang menggoyahkan dan bahkan sampai melupakan apa yang menjadi tujuan penciptaannya.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS.51:56)
jika demikian tegas Allah SWT mengajarkan hal ini berarti Dia meminta totalitas hidup kita hanya bertujuan kepadaNya saja.
hingga belum lama ini kutemukan analogi perjalanan itu secara sederahana.lihatlah anak kecil yang sedang belajar berjalan.dia hanya membutuhkan kesungguhan dan kepasrahan.dia hanya perlu dua atau tiga langkah yang sungguh-sungguh dan ibunya takkan membiarkan anaknya jatuh.sang ibu menanti dan siap memeluk anaknya dengan penuh harapan.demikian terus menerus sampai akhirnya sang anak bisa berlari ke arah ibunya.sambil terus mengatakan;''ayo sayang,mari ke marilah!mari,jangan takut!''
anak kecil adalah simbol kesucian.yang bisa selalu pasrah kepada Allah SWT meskipun dia tak mampu berbuat banyak.bahkan untuk meminta kepada ibunyapun dia tak mampu mengatakannya.tapi lihatlah,dengan menangis-ketawakalan dan ketasliman-dia bisa mendapatkan sang ibu tergopoh-gopoh memberikan apapun untuknya.
Kebersihan lahir-bathin,
kesungguhan,
dan
kepasrahan.
Setelah itu jangan pernah meragukan kasih-sayangNya,Dia tak akan pernah diam menyaksikan kesusah-payahan kita.Dia yang akan menyambut kita.karena kita tak akan mampu sampai dengan kelemahan yang ada pada diri kita.kecuali,Dia yang akan menyambut dan memperjalankan siapa yang dikehendakiNya.Dia tidak pernah menjauh dari kita.kitalah yang senantiasa memalingkan wajah dariNya.kita seakan lebih yakin dengan apa yang ada pada diri kita sendiri.
"Ya Allah,kami adalah lemah sebelum dan setelah mengenalMu.Engkau sematkan apa yang ada pada Malaikat-Malaikatmu...juga Engkau melengkapi kami dengan apa yang ada pada Iblis.jika tanpa kekuatanMu,mustahil bagi kami menguasai keduanya dengan kelemahan yang begitu sarat pada kami.tapi,jika ternyata dengan kelemahan ini hamba dapat menghadapkan diri padaMu dengan ketasliman,dan jika mengenali kelemahan ini adalah jalan untuk mengenali ke-maha perkasaanMu...tunjukkan dan bimbinglah kami kepada jalan lurus itu ya Rahman-Rahim.bukakan hijab-hijab keraguan yang menutup pandangan supaya kami selamat untuk sampai kepadaMu,mendapatkan sambutanMu"
"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."(QS.23:29)
______________________________________OoO_____________________________________